Rabu, 12 Desember 2012

belajar dari pengalaman


Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Pasti kita sudah sering dengar ungkapan seperti itu, bahkan mungkin sejak kita sekolah dasar. Tapi itulah hal yang sampai sekarang belum terbantahkan, bahkan saya sendiri merasakannya bahwa ketika menjalani kehidupan, pengalaman kita lah yang banyak mengajarkan kita. Tapi apakah hanya dari pengalaman hidup kita sendiri saja kita belajar? Jika ada pelajaran lain yang bisa kita ambil untuk membuat hidup kita lebih baik, kenapa tidak kita ambil? Betul tidak?
pengalaman pribadiBukan hanya pengalaman hidup kita saja yang bisa dijadikan pelajaran. Pengalaman hidup orang lain pun bisa kita jadikan pelajaran. Bagaimana caranya? Tentu sangat mudah, dengan banyak belajar, membaca, dan mendengar. Bukankah kita sering mendengar curhatan dari teman-teman kita. Soal keluarga, pertemanan, karir, bahkan masalah pribadi pun sering mereka ungkapkan. Dengan banyak mendengar pengalaman hidup mereka, kita bisa menjadikannya pelajaran agar ketika mereka melakukan kesalahan. Kita tidak terjurumus dalam lubang yang sama. Atau kita belajar agar bisa lebih baik dari mereka, baik itu urusan kehidupan, karir, pertemanan, bahkan cinta. Makanya dulu saya pernah mendengar ungkapan bahwa jika ingin menjadi pembicara yang baik, maka jadilah pendengar yang baik. Karena dari mendengar itu kita mendapatkan pelajaran untuk hidup kita.
Bukan hanya mendengar, membaca juga bisa menjadi pelajaran buat kita. Apakah kalian pernah membaca biografi para tokoh terkenal? Ya, kita akan mendapatkan pelajaran hidup juga dari membaca kisah pengalaman hidup orang-orang sukses itu. Pergi saja ke toko buku dan carilah, disana banyak tersedia biografi dari para pengusaha, ekonom, ilmuwan, dan tokoh-tokoh lainnya. Baca dan pelajari, itu juga akan menjadi pelajaran hidup untuk kita. Bahkan bukan hanya pelajaran hidup, tapi itu juga akan membangkitkan motivasi dan semangat kita untuk jadi seperti mereka.
Jadi siapa bilang bahwa pelajaran berharga hanya didapat dari pengalaman hidup kita?




Itulah KITA , kadang sulit belajar dari pengalaman. Dan kadang pengalaman buruk itu tetap terjadi dari masa ke masa, dan kadang dimaklumi.
Demikian itu terjadi pada diri saya dan lingkungan kita. Terkadang kita terlalu pakem dengan keadaan-keadaan sebelumnya sehingga kita tidak mengalami peningkatan. Mencontoh boleh saja tetapi lebih kreatif adalah yang terbaik.
Belajar dari pengalaman selalu tidak ada artinya dan alasan setiap saat selalu menjadi alasan berulang yang sudah bosan untuk diterangkan.
Ada beberapa hal kita jarang belajar dari pengalaman antara lain :
1. Kita selalu belajar melalui proses yang sama sehingga tidak ada perkembangan dan melalui jalur yang sama dan kendala yang sama
2. kita jarang untuk berfikir kreatif, sehingga jalan-jalan konvensional selalu menjadi jalan yang dirasa mudah
3. kadang kita sulit keluar dari batas kenyamanan, sehingga kita tidak mengetahui dengan tentang dunia di luar kenyamanan kita
4. Pengaruh orang-orang disekitar kita yang selalu berpandangan yang dulu itu seperti ini dan seperti itu, sehingga peran orang-orang yang berpengalaman menjadi kunci utama padahal kita harus menyadari perlu evaluasi dari pengalaman itu, apatah masih bisa digunakan.
5. Kita kurang sensitif alias kurang peka terhadap permasalahan yang ada dan bahkan mempermudah keadaan-keadaan yang ada sehingga menganggap biasa perilaku-perilaku yang seharusnya kita dapat belajar dari pengalaman.
SUMBER : http://asruldinazis.wordpress.com/2007/01/12/kita-jarang-belajar-dari-pengalaman/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar